Memandang sebagai artikel

“Shen Yun adalah “Puncak Peradaban Manusia,” Kata Doktor Filsafat Tionghoa Isi disajikan oleh EPOCH TIMES ESCONDIDO, Calif. – Lijun Hu, adalah seorang Doktor dalam bidang filsafat Barat dan adalah seorang siswa sekolah teologi, dia sangat terkesan setelah menyaksikan penampilan Shen Yun Performing Arts New York Company di California Center for the Arts pada malam hari 28 Januari. ‘Saya menangis di awal pertunjukan’ “Saya menangis di awal pertunjukan karena saya dapat melihat puncak tertinggi dari kesenian manusia yang mampu dicapai,” kata Mr.Hu setelah menyaksikan pertunjukan. “Terwujud dalam keindahan yang elok dan moralitas dewa, apa yang saya lihat hari ini adalah esensi dari kebudayaan Tiongkok.” “Shen Yun tidak ada duanya dalam menampilkan kebudayaan ini. Saya menangis karena sangat bersyukur punya kesempatan menyaksikan Shen Yun,” katanya. Mr.Hu telah 11 tahun mempelajari filosofi Barat dan tiga tahun di sekolah teologi. Tujuannya mencari ‘Kebenaran dan Sumber Peradaban’ Mengenyam pendidikan di Tiongkok, Hu telah menghabiskan tujuh tahun terakhirnya di Amerika Serikat mencoba untuk menyelidiki yang dia sebut sebagai ‘kebenaran dan sumber peradaban.’ “Saya menyadari bahwa apa yang telah kita buang sebenarnya adalah puncak tertinggi dari suatu peradaban. Bagian terbaik dari tradisi Tiongkok kita telah kita buang, yang kemudian menghasilkan masyarakat yang penuh masalah. Memikirkan hal tersebut membuat saya sakit hati, ” katanya. ‘Shen Yun adalah tak ternilai!’ Mr.Hu melanjutkan, “Shen Yun membuat saya sadar betapa menakjubkan dan agungnya budaya kita. Shen Yun telah menginspirasi saya untuk mulai mempelajari kebudayaan Tiongkok kuno dan juga kepercayaan kuno kita. Saya akan selamanya belajar dari Shen Yun. Shen Yun telah membawa sebuah peradaban kuno kembali menjadi hidup,” katanya. Dengan cahaya kemilau di matanya, dia menambahkan, “Shen Yun adalah tak ternilai!” “Estetika yang tak tertandingi – luar biasa! Saya tidak bisa membayangkan bagaimana para artis Shen Yun mampu menampilkan suatu keindahan surgawi dalam cara yang begitu sakral,” kata Mr.Hu “Kemudian, saya tidak dapat menahan air mata saya... Tiap adegan adalah sebuah penampilan seni dalam bentuknya yang paling sempurna. ” “Saya sepenuhnya terhipnotis oleh kostum, tarian dan ekspresi wajah dari para penarinya. Saya lupa akan dunia di sekitar saya; Saya sepenuhnya terbenam dalam keagungan manusia,” kata Mr.Hu ‘Lirik lagunya memberi kita harapan akan kemanusiaan’ Terlepas dari orang-orang, dan tarian etnik klasik Tiongkoknya, Shen Yun juga menampilkan penyanyi solo bel canto dengan lirik dan musik yang orisinil. Liriknya, secara khusus, adalah mengandung nilai filosofis dan juga menyentuh pikiran. Mr.Hu memandang sangat tinggi pada lirik dari vokalis solo Shen Yun, yang ditampilkan di latar belakang panggung baik dalam bahasa mandarin maupun bahasa Inggris. “Liriknya ditulis dengan sangat baik. Tepat mengarah ke masalah dari kebudayaa”

Lijun Hu, Ph.D. filosofi Barat